dia bukan sosok seorang ibu. tapi dia mengasihimu dan juga akan cerewet jika kamu bandel.
dia bukan seorang ayah yang memberimu nafkah. tapi ketika kamu sudah kehabisan uang jajan, dia tak segan membagi yang dia punya di dompetnya (yang mungkin juga tinggal sedikit) walau pun tak seberapa.
dia bukan seperti abang atau kakak yang selalu ada untukmu. tapi sebisa mugkin, ketika kamu membutuhkannya, dia akan ada.
dia bukan adik yang senang kamu ajak bertengkar. tapi bercanda dengannya dan saling mengerjai adalah hal yang juga menyenangkan.
dia bukan nenek atau kakek yang ketika kamu kunjungi akan memberikanmu makanan apa pun. tapi dia akan berbagi makan denganmu walau pun hanya sebuah nasi bungkus.
dia itu, kalian.
Rabu, 21 Agustus 2013
Minggu, 18 Agustus 2013
kata-mata
suatu hari, sekumpulan remaja sedang berkumpul. di antara mereka ada cinta yang mengudara. namun tak satu pun yang tahu siapa yang sedang benar-benar menghirupnya. mereka semua tertawa hingga sepasang mata mereka menyipit. dan disela tawa itu, ada dua pasang mata yang sepertinya saring mencuri lihat. mereka berdua saling tak tahu, apakah tatapan mereka itu disengaja oleh masing-masing atau tidak. yang pasti, dalam beberapa kali tatap, mata mereka selalu bertemu.
lantas si gadis mengundurkan diri sejenak. ketika kembali lagi, langkahnya terhenti.
si gadis menatap lama ke arah si lelaki. lama dilihatnya, lelaki itu sedang menjuruskan tatapannya pada satu arah. kali ini, tatapan mereka tak bertemu.
seorang gadis lain yang duduk bersebrangan dengan si lelaki. iya, gadis lain. gadis lain ini tak menyadari, tapi si lelaki begitu enggan melepaskan tatapannya.
si gadis merasa ada yang menghantam dadanya. seketika nafasnya berat. pandangannya seolah berbayang. ah, di matanya ada yang menggenang.
'hei, nangis ya?', ucap salah seorang dari remaja tadi. buru-buru si gadis mengucek matanya sambil berkata, 'kemasukkan debu, nih'.
si lelaki menatapnya. kali ini si gadis tahu benar harus berbuat apa. dia berjalan saja tanpa melirik sedikit pun. hatinya menggumam, 'aku tak igin jatuh pada mata yang telah jatuh pada mata yang lain'.
lantas si gadis mengundurkan diri sejenak. ketika kembali lagi, langkahnya terhenti.
si gadis menatap lama ke arah si lelaki. lama dilihatnya, lelaki itu sedang menjuruskan tatapannya pada satu arah. kali ini, tatapan mereka tak bertemu.
seorang gadis lain yang duduk bersebrangan dengan si lelaki. iya, gadis lain. gadis lain ini tak menyadari, tapi si lelaki begitu enggan melepaskan tatapannya.
si gadis merasa ada yang menghantam dadanya. seketika nafasnya berat. pandangannya seolah berbayang. ah, di matanya ada yang menggenang.
'hei, nangis ya?', ucap salah seorang dari remaja tadi. buru-buru si gadis mengucek matanya sambil berkata, 'kemasukkan debu, nih'.
si lelaki menatapnya. kali ini si gadis tahu benar harus berbuat apa. dia berjalan saja tanpa melirik sedikit pun. hatinya menggumam, 'aku tak igin jatuh pada mata yang telah jatuh pada mata yang lain'.
Langganan:
Postingan (Atom)