Jumat, 26 Desember 2014

Mungkin

Mungkin, karna tahu ini akan berakhir seperti apa, aku memilih untuk menikmati tiap keadaan yang ada. Seperti saat semalaman suntuk kita hanya membahas tentang hal bodoh, saling melempar ejekan, juga berangan-angan tentang kebahagiaan di masa depan.

Termasuk dengan kunikmatinya keadaan, di mana kehadiranmu yang datang tiba-tiba, pergi juga begitu, kemudian kembali lagi. Aku menikmatinya;tiap prasangkanya, tiap rindunya, tiap aku berusaha melupakanmu.

Mungkin, karna tahu siapa yang pada akhir jadi juaranya, aku lebih memilih untuk berusaha secukupnya. Dengan menunggu saja, misalnya. Aku tak akan berbuat banyak. Karna sebanyak apa pun cinta yang kupunya, aku tahu bahwa akan kalah jika dibandingkan dia yang selalu bisa kau tatap matanya. Yang ketika kau lelah, bahunya sedia untukmu.

Karna sekuat apa pun aku mengharapkan kita, kau dan dia lebih mungkin untuk bersama.

Kamis, 25 Desember 2014

Untuk Seseorang Yang Sekarang Kucintai Diam-Diam

Broken pieces
A hundred kisses
A million views
Pictures of you

Its start with a hello
And look at us now
I fall to deep
My heart is weak

My minds full of you, never broken
Memory's still the same, not forgotten
Close your eyes, listen to this song
Feel it with your heart, you'll know what it means
Memories standstill, so the pain is real
Close your eyes, try to imagining
What if im there with you, will you happy too?

When someones gone, but not forgotten
When you love them so much, but keep it in a silence
When you hear a song, and realize that something undone
It's love that never been spoken

The feeling that can't be replaced
All the time you've been tried, but in the end it all wasted

Itu adalah lirik lagu ciptaan sendiri dari sebuah blog, yang ketika membacanya aku terasa sesak, sambil mengingatmu.

*nb : lyrics by www.namarappucino.com

Sabtu, 07 Juni 2014

Senja kita

Senja tak pernah kehabisan akal untuk menghias wajahnya. Mulai dari jingganya yang selalu kita kagumi, hingga mendungnya yang syahdu. Dari tempatku berdiri, senja begitu menawan. Namun di ujung sana terlihat awan gelap yang perlahan menuju kemari. Bagaimana di tempatmu, samakah? Atau malah hujan sudah datang lebih dulu.

Aku menarik nafas dalam-dalam. Udara sore ini begitu sejuk. Entah dari mana ia datang dan entah ia akan melewati arah mana. Hanya jika udara ini melewatimu, rasakanlah;kuucap rindu begitu lantang di dalam hati sambil menghembuskan nafas untuk melegakan diri.

Jingga mulai gelap, awan yang berada di ujung tadi sudah menutupi matahari yang tinggal sepenggal. Bagaimana di kotamu?

Perlahan kututup mata. Sunyi ini semakin menjelaskan betapa nyata raut wajahmu dalam gelap yang tetap bisa kulihat.

Pipiku terasa dingin oleh tetesan air. Aku lantas tersenyum. Hujan turun, kukira. Padahal, mataku sudah membanjir. Hatiku tak sanggup menahan rindu ini sendiri.

Dengan atau tanpa kita, semoga kau dan aku selalu bahagia.

Minggu, 01 Juni 2014

Aku ...

Aku ingin mengatakan ini berkali-kali
Hingga kau bosan
Hingga aku lelah

Aku ingin mengatakannya
Dengan teriakan paling lantang agar dunia tahu
Dengan bisikan lembut agar kau tahu betapa tulusnya aku

Aku tetap akan mengatakan ini
Walau kau menutup telinga
Atau membatu sekali pun

Aku akan mengatakannya

Aku ...

Selasa, 01 April 2014

Perihal melepaskan

Aku percaya, tak satu pun dari kita yang berpikir bahwa ini akan berakhir, pada awalnya. Malah, kita berangan bahwa ini akan jadi selamanya. Entah selamanya itu berapa lama, kita juga tak bisa pastikan.

Seorang berkata padaku agar mencoba terlebih dahulu, kurasa juga tak ada salahnya. Dan di sinilah kita. Dalam harapan-harapan yang kita hidupkan. Dalam perasaan yang perlahan mati, dalam hatiku.

Kalau ditanya mengapa, aku juga tak begitu tahu. Mengudara begitu saja, hingga aku hampa rasa terhadapmu. Jangan berpikir ini karna kamu melakukan salah atau apa. Kamu sudah sangat cukup, bahkan terkadang lebih. Sebut aku tak bersyukur, tapi tak juga mampu untuk memaksakan yang sudah tak ada lagi.

Kalau kamu berpikir aku akan biasa saja atau mungkin senang setelah melakukan ini, maka bisa kupastikan bahwa kamu salah besar. Akan ada banyak hal yang berubah. Akan ada banyak kebiasaan bersamamu yang harus kulakukan sendiri. Akan ada banyak angan yang kuingat sebagai kenangan. Akan ada rindu yang menegaskan bahwa aku pernah mencintaimu. Pernah.

Maka aku tak ingin membiarkanmu terjebak terlalu lama. Membiarkanmu mempertahankan kepura-puraanku.
Melepaskanmu, juga hal perih buatku.

Kamis, 02 Januari 2014

Kalau nanti

Nanti, kalau kita sudah kehabisan kata di tengah perbincangan.
Atau jika waktu yang lama membuatmu merasa jenuh.
Atau mungkin ketika aku tak lagi punya cara untuk membuatmu merasa nyaman, untuk membuatmu tak mengurangi sedikit saja cinta yang pernah kamu bilang penuh.
Atau ketika kamu menemukan sosok lain yang mampu meniadakan aku dari pikiranmu.
Aku harus apa?