Mungkin, karna tahu ini akan berakhir seperti apa, aku memilih untuk menikmati tiap keadaan yang ada. Seperti saat semalaman suntuk kita hanya membahas tentang hal bodoh, saling melempar ejekan, juga berangan-angan tentang kebahagiaan di masa depan.
Termasuk dengan kunikmatinya keadaan, di mana kehadiranmu yang datang tiba-tiba, pergi juga begitu, kemudian kembali lagi. Aku menikmatinya;tiap prasangkanya, tiap rindunya, tiap aku berusaha melupakanmu.
Mungkin, karna tahu siapa yang pada akhir jadi juaranya, aku lebih memilih untuk berusaha secukupnya. Dengan menunggu saja, misalnya. Aku tak akan berbuat banyak. Karna sebanyak apa pun cinta yang kupunya, aku tahu bahwa akan kalah jika dibandingkan dia yang selalu bisa kau tatap matanya. Yang ketika kau lelah, bahunya sedia untukmu.
Karna sekuat apa pun aku mengharapkan kita, kau dan dia lebih mungkin untuk bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar