Kamis, 24 Oktober 2013

Hanya Jika Kau Membaca Ini

Hanya jika kau membaca ini
Kau akan tahu bahwa,

Aku memikirkanmu, dalam tiap detik yang kudengar,
dalam tiap detak yang kau debar
Aku mengingatmu, lewat segala kata, semerdu suara, senyata bayang
Aku menyebut namamu, sembunyi-sembunyi;
beberapa di dalam do'a, ada banyak di dalam hati
Aku merindukanmu, tak kenal pagi yang mengggantung kantuk,
tak kenal larut yang membuatku tetap terjaga
Aku mencintaimu, dalam pikir yang tak bisa kau baca,
lewat kata pada suara yang tak kau dengar,
lewat rindu yang menggenang di ujung mata,
dengan cinta yang tak akan kau mengerti

Kau akan tahu
Hanya jika kau membaca ini

Satu Langkah Di Belakangmu

Ada yang selama ini kamu lewatkan.
Tentang seseorang yang selalu ada, namun keberadaannya tidak pernah kamu iyakan.

Yang ketika kamu marah, siap melapangkan dadanya untuk jadi tumpahan kesalmu.
Yang ketika kamu sedih, akan seusaha mungkin menghibur, walau hanya kamu jadikan pendengar.
Yang ketika kamu bahagia, ikut tersenyum walau bukan dia alasannya.
Yang ketika kamu jenuh, dengan sedia menjadi selingan agar waktu yang kamu rutuki cepat berlalu.
Yang ketika kamu memanjatkan do'a, dengan sigap mengucap aamiin.
Yang ketika kamu sibuk mencari hingga terlalu jauh, tetap setia menunggumu dalam jarak yang sangat dekat.

Ada aku, hanya satu langkah di belakangmu.

Minggu, 20 Oktober 2013

JawabanNya

Aku tak pernah berencana mengenalmu. Namun Tuhan membiarkan alam mempertemukan kita untuk saling menyapa. Aku tak lantas berandai menjadikanmu orang yang akan kujatuhi cinta untuknya. Tapi Tuhan dengan begitu saja mengarahkan tiap pikirku menuju kamu. Aku tak bisa perkirakan, apa yang kujatuhkan akan disanggup oleh hatimu. Tuhan tak juga menunjukkan pertanda apa pun. Lalu aku mencari pertanda sendiri, lewat segala tanya padaNya. Segala tanya yang takkan kamu dengar, tapi akan dijawab olehmu.

Dan semoga kamu yang jadi jawabanNya.

Minggu, 13 Oktober 2013

Pada suatu hari, pada satu hati

Ada banyak pilihan jalan untuk ditapaki. Tapi hanya ada satu jalan yang tepat, untuk temukan tempat untuk ditinggali. Perjalanan kita tidak lebih mudah dari orang lain. Pun sebaliknya.

Hidup tidak selalu tentang apa yang pergi. Tapi juga tentang yang datang atau kembali. Kita pernah jatuh, dan rasanya sakit. Bahkan sangat. Tapi menangislah secukupnya, lalu obati luka dan mulailah berjalan kembali.

Bukankah takdir Tuhan lebih baik daripada rencana kita? Maka yakinlah, pada suatu hari, kita, akan bernaung pada satu hati.

Iya, kita.

Jumat, 04 Oktober 2013

Kecuali

Terkadang, sekali pun aku menyadari seperti apa aku harus merubah diri, aku tetap butuh kamu untuk melakukannya. Kenapa hanya selalu menempatkanku di ruang tunggu? Sedangkan kita bisa saja berjalan menyusuri dunia bersama-sama;dengan kamu yang mengarahkan aku, dan aku yang pastinya akan mengikuti tiap langkah yang kamu ambil.
Kecuali, jika ternyata kamu telah lebih dulu menemukan tangan lain untuk digenggam. Lebih baik usir aku dari hatimu. Supaya tak satu pun dari kita yang merasakan sakit lebih lama.