Apa aku merindukanmu? Iya. Tapi tak serta merta aku akan menyapa lebih dulu.
Apa karna aku tidak mau? Tidak, bukan karna itu. Hanya saja aku harus berfikir lebih dari dua kali untuk melakukannya.
'Kenapa?' Tentu itu yang akan jadi pertanyaan. 'Aku hanya takut akan mengganggu', tentu ini alasan klise yang akan kuberikan.
Nyatanya, aku memang takut. Tidak tidak, bukan takut mengganggu. Takut, kalau nanti aku tak bisa berhenti untuk melakukannya. Iya, menghubungimu. Sekedar bertanya kabar atau semacamnya.
Aku hanya takut, jika tak bisa berhenti, aku malah akan terjatuh. Padahal, belum tentu kamu siap menangkap.
Ini bukan tentang siapa yang lebih dulu. Tapi, aku memutuskan untuk setia di ruang tunggu. Kemudian menerka. Bisa jadi, kamu akan memanggilku karna di ruang sana kamu merasa bosan. Atau bisa jadi, aku akan menungguimu lama karna kamu terlalu sibuk di ruang sana dengan segala hal yang tiap kali aku memikirkannya malah aku semakin gelisah.
Sekali lagi, ini bukan tentang siapa yang lebib dulu. Karna bisa jadi juga, kamu sedang berpikiran sama seperti aku.
Selasa, 24 September 2013
Selasa, 03 September 2013
Tentang Mencintaimu
Ini sebuah cerita tentang seorang aku yang mencintai segalanya kamu. Ingat itu, segalanya. Bukan cuma karna setelah bertemu denganmu lalu jatuh cinta. Ini tidak bisa dibilang sesederhana itu.
Ini tentang aku yang dengan penuh mencintaimu. Bukan cuma karna kamu mampu mendamaikan, mampu menenangkan dan menyenangkan. Tapi juga, walau pun suka hilang tanpa kabar lalu kembali dengan senyum polos seperti semua biasa saja, walau pun kita sering bersebrangan pikiran dan bersalah kaprah, walau pun sampai sekarang aku tidak benar-benar memilikimu.
Lihat, rumit bukan?
Ini tentang aku yang mencintaimu dengan cara yang paling sederhana.
Langganan:
Postingan (Atom)