Sabtu, 09 November 2013

Dalam Kata

Dulu, aku berharap mahir dalam melukis. Alasannya sederhana, agar aku bisa mengabadikan tiap raut wajah orang yang aku cinta. Tapi tiap kali disuruh menggambar, aku hanya bisa menggambar dua buah gunung dengan beberapa rumah di kakinya.

Kuganti harapanku. Kali ini aku ingin pandai menyanyi. Tidak, bukannya jadi penyanyi. Hanya, pasti menyenangkan bisa mendendangkan lagu dengan suara merdu untuk orang yang dicintai. Tapi lagi-lagi, aku tak berjodoh dalam hal ini. Suaraku sangat cukup untuk membuat tetangga tidak nyaman tinggal di rumahnya sendiri.

Sampai akhirnya, aku menemukan cara untuk membuat orang yang aku cinta menjadi abadi. Akan tetap hidup walau segala telah mati. Akan tetap diingat walau bukan oleh pikirku sendiri. Aku menemukan tempat dalam kata-kata;yang tetap tak bisa sempurna mengartikan kita, yang selalu bermakna dalam mengartikan kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar