aku kehabisan jari untuk menghitung berapa malam yang sudah kulalui dengan menangisimu. kamu bilang aku harus bisa tanpamu. kamu bilang aku pasti bisa. tidak, kamu sangat salah.
kamu lupa? kita pernah saling berkata untuk tidak saling meninggalkan. sekarang apa? kamu malah memutuskan bahwa akan lebih baik jika kita tidak bersama. lalu aku bisa apa? andai selamanya kamu bisa kugenggam, meski telah berdarah sekalipun, genggamanku takkan kulepas. denganmu, aku ingin bersama lebih lama dari selamanya.
mudahkah untukmu? melupakan setiap tawa, gelisah, sedih dan segala perasaan yang sudah saling kita bagi cukup lama. siapa yang berhasil menggantikan aku? ayo biar diadu dengan cintaku, dia pasti akan kalah.
kamu tahu? aku sudah seperti mayat hidup. mengurung diri sepanjang hari, setiap hari. makan hanya jika terasa yang perih bukan cuma karna kehilanganmu, tapi juga karna maagku.
tanpamu, aku tidak bisa apa-apa. bahkan untuk jadi diri sendiri.
-----
aku sudah yakin kamu akan bagaimana setelah kita berpisah. dan aku tidak terkejut kalau ada kabar bahwa keadaanmu seperti itu.
andai maaf bisa mengembalikanmu menjadi orang yang kembali punya kehidupan, aku akan mengatakannya hingga kamu bosan mendengarnya. tapi kita sama-sama tahu, permintaan maafku hanya akan membuatmu memaksa keadaan untuk bisa seperti dulu.
aku tidak pernah lupa tentang apa saja yang pernah kita katakan, kita lakukan. tidak akan pernah. tapi, sayang, ini bukan soal apa yang kukatakan sebelumnya, ini tentang keadaan kita yang mulai tidak stabil untuk kedepannya.
kamu tahu? tiap kali ada hal yang sedikit saja menyinggung tentang kamu atau tentang kita yang dulu, ah, aku ingin teriak. aku rindu masa-masa itu denganmu. sangat rindu hingga aku berusaha menghindarinya. kamu tahu, sayang? ada hal yang seingin apapun kamu memilikinya, akan lebih baik untukmu jika kamu tidak begitu.
ini, tidak ada hubungannya dengan orang lain. cintaku masih tetap untukmu. hanya saja, keadaan tidak mengizinkan kita satu. cintamu yang terlalu besar itu bukan lagi cuma menggenggamku, sayang. dia terlalu kuat mendekap hingga aku sulit bernafas. dia terlalu mengekang hingga langkahku sering tertahan. sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, sayang.
kamu tidak akan mengerti, mengucapkan selamat tinggal tidak semudah itu, sayang. ada kepalan besar yang menghantam dadaku ribuan kali. ada rasa sakit karna melihatmu menangis. ada kenangan yang memburuku untuk memelukmu lebih erat. ini tidak semudah kelihatannya. ini lebih sulit daripada yang kamu kira.
jadi, sayang, yang berhenti itu kisah kita, bukan hidupmu. jangan siksa dirimu dengan hal bodoh yang tidak akan membuatku kembali. jika Tuhan sudah menggariskanmu menjadi takdirku, maka sejauh apapun kita terpisah, akan selalu ada jalan untuk kembali. tapi diluar itu, biar saja kita begini, sendiri-sendiri. waktu akan menuntunmu untuk lebih dewasa menghadapi. kamu bukan tidak bisa, hanya saja ini masih terasa sulit. pun untukku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar