dia tiba-tiba datang dengan sebuket bunga mawar dalam jumlah yang tak bisa kuhitung ketika pertama kali melihatnya. dia begitu wangi hingga mengalahkan bau bunga. dia punya wajah yang, ah, sampai aku tak bisa menggambarkannya dengan kata. dia berpenampilan memukau, sampai aku terpukau. dan dia berbicara panjang lebar tentang bagaimana aku kelihatannya. memuji tiap hal yang kadang menurutku itu berlebihan. dia melakukannya dengan sangat sempurna.
hingga..
kamu datang dan seluruh imajinasiku buyar. dengan bermodal tawa ramah. wangi parfum yang sejujurnya tak begitu kusuka tapi selalu kurindukan. perawakan biasa tapi terus-terusan aku ingat. bergaya seadanya, apa adanya. tidak banyak bicara tentang hal yang tidak ada, berkata untuk apa saja yang kamu mau dan menurutmu benar. kamu melakukannya dengan sangat sederhana. makanya, aku mencintaimu dengan sempurna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar