Senin, 09 Januari 2012

kekamu, aku belum selesai.


terkadang kamu harus mengerti, ada hal yang memang harus terjadi diluar keinginan kamu, rencana kamu, impian kamu. lalu impian itu harus menjadi mimpi semata. banyak hal yang terjadi diluar perkiraan kamu, perasaan kamu, dan kenyataan yang mungkin kamu impikan. sekali lagi, impian itu hanya menjadi mimpi semata.
...........

seperti ketika aku (dan kamu) bercerita tentang kita. tentang rencana yang tidak disengaja. tentang rindu-rindu kita yang memburu. tentang cinta yang tersamar karna tidak pernah ada kata yang melamar. ada tawa yang kita lantangkan. ada senyum gugup yang kuselipkan ketika malu-malu melihatmu. ada keingintahuanmu yang selalu ingin kuberi tahu. ada rasa aman, nyaman yang selalu kamu tawarkan sekalipun tidak aku butuhkan. ada kekeliruan yang kamu biarkan, sampai aku mengerti bahwa aku jatuh cinta, bahwa aku salah mengerti atas perlakuanmu.

mungkin, menurutmu perlakuan seperti itu adalah hal biasa. tapi bagiku, itu istimewa. mungkin, aku hanya tidak terlalu pandai membaca hatimu sampai salah mengira. atau mungkin, kamu yang tidak yakin pada dirimu meski rasa itu ada. ah, bisakah kalimat sebelum ini yang menjadi alasannya, sampai kamu tidak membuat ini benar-benar nyata? haha, aku ingin tertawa saja memikirkannya. terlalu sakit, sampai sulit menangis.

kamu membuat yang tidak pernah terjadi itu seperti ada. lalu salah siapa? kamu yang menawarkan atau aku yang mengiyakan? kekamu, aku belum selesai. kehilangan kamu sebelum utuh menjadi milikku, itu menyakitkan. mengertikah rasanya kehilangan sesuatu yang belum tapi ingin dan nyaris kamu miliki? ah, janganlah kamu merasakannya, aku tidak mau kamu sesulit aku mencintaimu, melepaskanmu.

luka, tak bisa lebih sakit dari harus mengobatinya dengan ikhlas. tapi satu-satunya obat untuk luka hati, ya ikhlas. lagi-lagi, impian itu harus menjadi mimpi semata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar