selang beberapa waktu sejak kamu pergi, aku mulai terbiasa untuk tidak jatuh cinta. awalnya, tentu saja disengaja untuk menunggumu, siapa tahu kamu akan kembali dan menemukan aku tetap dengan seutuh-utuhnya hatiku yang kamu tahu. namun, semakin kesini, ini tidak lagi tentang penantian yang semakin diikuti semakin jauh dari kembali. ini, entah karna hanya terpaku pada menunggumu, entah karna kecewa yang terlalu, atau karna sengaja tidak peduli pada yang coba mengisi. aku, terbiasa begini, sendiri, menumpulkan hati.
kita semua, aku, kamu dan semua orang yang pernah mencintai punya cerita cintanya masing-masing. ada yang tetap stabil hingga berhasil, ada yang gamang hingga tetap mengambang, ada yang harus berhenti meski ingin memiliki. pun dengan aku. cerita denganmu, boleh tidak kuingat lagi? aku.. aku ingin jatuh cinta, lagi.
tidak, aku bukan berdusta ketika bicara padamu bahwa aku mencintaimu. dulu, pernah, aku mencintai kamu. sayangnya, dulu, kamu pernah membiarkannya. jadi, cinta yang pernah aku jatuhkan untukmu itu, biar aku simpan saja dibagian lain hatiku. tidak untuk dihilangkan, hanya tidak lagi dikemukakan. akan tetap terendap sampai tidak lagi bermakna. jadi, aku ingin jatuh cinta, lagi.
aku rindu pada senyum-senyum sendiri, rindu sumringah, rindu debaran bervariasi yang aktraktif tidak menentu, rindu malu-malu, rindu gugup, rindu pada rindu, aku rindu jatuh cinta. jadi, aku ingin jatuh cinta, lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar