selamat sore, Tuhan. maaf atas kehinaanku yang menyebut namaMu. maaf, atas kerisauan yang kututurkan padaMu dalam tiap sujud tentang hal sepela yang memberi ganjalan besar pada setiap tarikan nafas dan langkah kakiku. maaf, Tuhan. aku sungguh percaya Engkau sang maha penyayang dan pemberi ampun.
aku bukan ingin mengeluh Tuhan, tapi tentu Engkau tahu apa yang hendak kujujurkan padaMu. Engkau maha mendengar lagi maha mengetahui. Engkau tentunya tahu tentang rasa yang berujung asa. dan tentang itu, Tuhan, bolehkah aku mengajukan cara? bukan ingin menyekutukanMu, tidak. tapi bukankah nasibku tidak akan berubah jika bukan aku yang mengubahnya? bolehkah, Tuhan?
tentang itu, Engkau sang empunya takdir. suratan yang Engkau tuliskan, bolehkah aku turut ambil andil didalamnya? tidak, sekali lagi bukan untuk menyekutukanMu. aku ciptaanMu, tidak akan mungkin bisa setara dengan keagunganMu. hanya saja, bolehkah, pada bagian ini aku cukup bercampur menentukannya?
Tuhan, bukan ingin melangkahi takdirMu yang telah pasti. tapi, bagaimana aku tahu dimana yang terbaik jika masih ada yang belum kusinggahi? Tuhan, bolehkah untuk yang satu ini, Engkau memberiku kesempatan untuk memutuskan sendiri ini kesempatan yang tidak akan aku lewati? bolehkah, Tuhan?
Tuhan, maaf karena kejujuranku meminta padaMu, karna aku tahu pasti, Engkaulah sang maha pemberi. bolehkah yang satu ini, sekali ini, ciptaanMu yang ini, Engkau berikan kepadaku. bolehkah, Tuhan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar