Selain hanya melihatmu, aku tak tahu lagi bisa apa.
Jadi tetaplah berdiri disana.
Cukup diam saja.
Tak perlu manatap balik kearahku, apa lagi sambil sematkan senyummu.
Dan bahkan tak perlu menghampiri lamunanku, sekalipun sungguh, aku ingin menyapamu. Berbincang mungkin.
Jadi tetaplah berdiri disana, diantara mata yang dilogika kupedulikan tapi perasaanku acuh.
Tertawa saja sekalipun bukan aku sebabnya, aku menikmatinya.
Berkata saja sekalipun samar yang kudengar.
Berbahasalah tubuhmu agar aku pahami setiap gerak-geriknya.
Jadi tetaplah berdiri disana, jangan dulu beranjak.
Aku ingin melihatmu untuk waktu yang lebih lama dari waktu yang tersedia.
Mengingat setiap lekukan garis wajahmu.
Mengira-ngira wangi parfum mana yang kau miliki diantara udara dingin yang kuhirup.
Jadi tetaplah berdiri disana, jangan dulu beranjak.
Aku sedang bersiap pergi sembari menyimpan baik-baik penglihatanku hari ini.
Karna setelah berlalu, aku akan menutup mata sejenak dan membawa paksa cetakan dirimu untuk kunyatakan dalam angan dan mimpi setiap hal yang bisa kulakukan bersamamu selain hanya melihatmu.
Jadi tetaplah berdiri disana, hingga kau tak melihatku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar