Senin, 05 Desember 2011

maaf, aku menyapa kekasihmu

hai, maaf atas kelancanganku bertegur denganmu. kamu tidak kenal aku, pun denganku. tetapi ada yang aku tahu tentangmu karna aku mengenal kekasihku yang mungkin juga kekasihmu yang pastinya kamu adalah kekasihnya kekasihku itu. aku tidak akan memperkenalkan diri karna aku hanya ingin menyapa, sedikit bertanya mungkin. sudah bolehkah aku bertanya? sekalipun tidak kamu beri izin, pertanyaanku akan tetap lancang.

kamu, kekasihnya kekasihku. pasti adalah orang yang beruntung. tidak, bukan karna paras atau cemerlangnya pikiranmu, tapi ini lebih pada kepemilikanmu terhadap hati kekasihku yang tetap membatu sekalipun masa kalian telah berlalu. bagaimana rasanya dicintai kekasihku? bisakah sedikit berbagi rasa itu? mungkin-mungkin saja dengan begitu rinduku tidak kepunan. bagaimana rasanya mendapat posisi istimewa dipikiran kekasihku? terasa lelahkah berlarian dipikirannya, atau malah kamu gembira? jika lelah, aku rela berganti posisi denganmu. jika gembira, maukah berbagi kegembiraan itu denganku. biarkan aku diposisimu. bagaiamana rasanya dirindukan kekasihku? apakah kamu membuatnya menunggu, seperti yang diperbuatnya pada hatiku? aku rindu.

kekasihku itu, kamu adalah kekasihnya. kekasihmu, bisakah jangan kekasihku? karna jika tidak begitu, kalian pasti akan menjadi sepasang kekasih (lagi). lalu bagaimana denganku? dia kekasihku, aku ingin aku yang jadi kekasihnya. apa tidak boleh? apa tidak bisa? kekasihku yang mencintaimu itu, aku mencintainya.

kamu, kekasihnya kekasihku. tolong jangan  katakan bahwa aku menyapamu, apa lagi bertanya tentang kamu dan kekasihku itu. dia tidak suka hal seperti ini. jadi, jangan katakan padanya tentang tegur sapa kita, sekalipun ini hanya dalam khayalku.

kekasihku, maaf, aku menyapa kekasihmu.

2 komentar:

  1. I like this one. Selain karena gaya bahasanya adalah favoritku (menggunakan aku kamu), tapi juga cerita di baliknya.

    If i were the girl, i'll leave a boy/man that still love his past.
    Masalahnya, aku bukan perempuan jadi katanya, pemikiran perempuan berbeda dengan laki-laki. :D

    BalasHapus
  2. makasih :)

    yah, coba saja aku laki-laki :D

    BalasHapus